News & Event

ERA INDONESIA SEBUT ADA SINYAL PENGUATAN INVESTASI DI SEKTOR PROPERTI

Tribunnews.com - Presiden Direktur Era Indonesia Darmadi Dharmawangsa menyebutkan, sudah ada sinyal penguatan investasi di sektor properti tanah air. Pasalnya, jumlah penjualan unit properti terus meningkat, bahkan ada proyek yang pada tahap pertama sudah terjual 90 persen selama delapan bulan sejak diperkenalkan akhir 2021.

"Penjualan unit perdana Bukit Podomoro Jakarta sudah lebih dari 90 persen. Tingginya minat konsumen, menjadi sinyal menguatnya investasi di sektor properti," ujar Darmadi dalam keterangannya, Selasa (30/8/2022). Darmadi menganalisis, industri properti saat ini sedang berada pada fase blooming yang ditandai dengan meningkatnya permintaan.

"Sementara, pasokan dan harga relatif stagnan. Fase ini merupakan fase yang paling tepat untuk berinvestasi properti karena akan menjadi pintu masuk fase booming saat harga-harga properti menanjak," katanya.

Di sisi lain, momen untuk membeli properti juga ditopang oleh sejumlah insentif dan relaksasi dari pemerintah, yaitu down payment (DP) nol persen, dan diskon PPN ditanggung pemerintah (DTP).

“Di situasi-situasi menantang seperti ini, investasi properti menjadi opsi terbaik bagi masyarakat karena nilai properti cenderung terlindungi dari inflasi, berbeda dengan investasi pada instrumen keuangan dengan kerentanan cukup tinggi. Maka tidak heran, investasi properti kini tengah diburu masyarakat, dan saat ini memang waktu terbaik untuk membeli properti,” tutur Darmadi.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Bukit Podomoro Jakarta Zaldy Wihardja menambahkan, situasi makro ekonomi nasional yang masih cukup stabil juga menjadi satu di antara pendorong meningkatnya penjualan properti.

“Bukit Podomoro Jakarta memenuhi kriteria sebagai target aset investasi properti karena terletak di lokasi strategis dan dilengkapi fasilitas premium. Selain itu, bisa jadi momentum tepat bagi masyarakat memiliki hunian untuk memenuhi kebutuhan properti dan investasi,” pungkasnya.

Source: Tribunnews.com, 30 Agustus 2022