Medcom.id, Jakarta - Kebutuhan hunian di tengah pandemi covid-19 memang tak bisa terelakkan. Peluang tersebut dioptimalkan oleh beberapa pengembang properti.
Dalam riset properti, pasar perumahan di kawasan Jabodetabek dan Banten mengalami kenaikan. Harga rumah di atas Rp2 miliar justru mengalami kenaikan tertinggi.
Pergeseran tersebut menggambarkan kondisi pasar perumahan saat ini. Meski properti kebutuhan akan hunian tetap harus dipenuhi dan masyarakat kalangan atas masih memiliki daya beli.
Hal ini yang ditangkap oleh pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menghadirkan Bukit Podomoro Jakarta di Jakarta Timur. Hunian tersebut dibanderol mulai dari Rp3,7 miliar.
"Kebutuhan akan hunian diperkirakan akan kembali booming dan menjadi perhatian utama masyarakat menengah ke atas," kata Marketing Director APLN Agung Wirajaya dalam keterangan tertulis, Senin, 13 September 2021.
Pihaknya memahami masih tingginya kebutuhan masyarakat menengah ke atas terhadap hunian di Jakarta. Pembangunan proyek ini merupakan solusi hunian di masa pandemi.
"Kehadirannya akan melengkapi wilayah Jakarta Timur dan menjadi magnet ekonomi baru di kawasan tersebut," jelas Agung.
Hunian yang mengusung konsep Living in Style ini dibanderol mulai dari Rp3,7 miliar. Dengan harga yang sangat kompetitif dengan hunian sekitarnya, fasilitas yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan penghuni.
"Kami mengamati masyarakat kaya tempo dulu di wilayah Jakarta Timur ingin mengembalikan romansa di zamannya. Calon konsumen kita ini dari keturunan mereka yakni kalangan muda produktif yang juga ingin menikmati nostalgia orang tuanya," ungkapnya.
Selain memenuhi kebutuhan akan hunian sehat dan investasi properti, Agung mengatakan kehadiran hunian ini merupakan langkah konkret Agung Podomoro Land untuk mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.
"Agung Podomoro Land meyakini ekonomi Indonesia akan terus pulih dengan tren yang makin positif ke depan. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7 persen yoy pada kuartal II-2021," jelasnya.
Chief Marketing Officer Bukit Podomoro Jakarta Zaldy Wihardja menjelaskan proyek dibangun di area seluas 9,6 hektare. Proyek ini hadir dengan konsep landed house yang didukung dengan fasilitas.
"Dengan fasilitas yang mewah, harga service charge hanya Rp750 ribu. Rate ini relatif murah dan bersaing dengan perumahan sekitar yang fasilitasnya tidak selengkap Bukit Podomoro," katanya.
Konsepnya juga didesain untuk menciptakan nuansa mewah di tengah lingkungan yang sehat dan asri. Penghuni tidak hanya membeli bangunan atau rumah, namun kawasan dan fasilitas yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Ke depannya Bukit Podomoro Jakarta sebagai landmark baru di wilayah Jakarta Timur yang diproyeksikan menjadi destinasi bisnis baru bagi masyarakat Jakarta.
Source: Medcom.id, 13 September 2021